Buka Hati

Buka Hati – Sekilas Mengenai Hati

Dulu potensi seseorang diukur dari aspek intelektual (Intelectual Quotient = IQ). Dalam beberapa tahun terakhir mulai diukur dari aspek emosional (Emotional Quotient = EQ) karena mulai disadari bahwa ketika seseorang dalam keadaan sangat emosional, misalnya saat sedang marah, maka pikiran (intelektual) tidak dapat digunakan dengan baik.

Saat ini mulai dikenal adanya aspek spiritual (Spiritual Quotient = SQ) yang memberikan kesadaran akan pentingnya arti hidup sehingga dalam melakukan kegiatan sehari-hari dapat menemukan makna dari apa yang dilakukannya, tidak terjebak dalam aspek emosional atau intelektual saja. Hal ini tidak saja membebaskan seseorang dari tekanan, beban, dan kejenuhan, akan tetapi juga memberikan rasa tenang, rasa damai, dan rasa bahagia. Perasaan tenang, damai, dan bahagia tersebut dapat dirasakan melalui HATI.

Buku Hati

Buku Hati

Di buku ini, dijelaskan tentang mengenali berbagai jenis perasaan. Ada “rasa” dari panca indra, ada “rasa” dari saraf tubuh fisik, ada “rasa” dari pikiran, ada “rasa” dari emosi, dan ada rasa dari “HATI” karena HATI adalah pusat perasaan yang sebenarnya.

Di buku ini juga dijelaskan langkah-langkah sederhana untuk memanfaatkan HATI sehingga dapat melakukan kegiatan sehari-hari dalam ketenangan, kedamaian, dan kebahagiaan.

Untuk langkah-langkah sederhana memanfaatkan hati, silakan klik di sini.

Untuk mendapatkan buku ini, silakan klik di sini.

Hati adalah Kunci Hubungan Kepada Tuhan YME

Hati adalah pusat perasaan halus, kasih dan hal-hal baik lainnya. Perasaan tidak sama dengan emosi. Jadi janganlah khawatir bahwa anda akan menjadi lebih emosional setelah membuka hati. Sebaliknya, dengan membuka hati, maka hati dan diri anda akan terhubung lebih baik kepada Tuhan YME, sehingga dapat menerima berkahNya yang berkelimpahan dengan lebih baik lagi.

Hati dan diri anda akan di penuhi oleh ketenangan, kedamaian, kebahagian sejati yang semuanya berasal dari berkat tuhanYME. Selain lebih tenang, damai dan bahagia sehari-harinya, anda juga akan lebih sehat, lebih mudah berkonsentrasi, berdoa lebih khusuk dan indah dan tentu saja menjadi lebih dekat kepada YME.

Kita seharusnya membuka hati seutuhnya kepada tuhan YME.
Tujuan hidup kita yang sebenarnya adalah untuk semakin buka hati dan pasrah dari hati kepada Nya.

Buka Hati, Hati Senyum

Buka Hati, Hati Senyum

Apakah kita telah melakukannya dengan baik?
Cobalah kita bertanya kepada diri sendiri. Seberapa seringkah kita telah memperhatikan dan mengandalkan hati? Kita mandi, makan dan minum beberapa kali setiap harinya untuk kebutuhan tubuh fisik. Lalu untuk hati yang sangat penting tidak saja selama kita Masih hidup, tetapi juga setelah meninggal,apa saja yang telah kita lakukan?

Ingatlah bahwa mau memakai hati belum berarti bahwa telah memakai hati.
Lalu, bagaimanakah caranya kita memakai hati secara maksimal? Apakah berharap saja sudah cukup? Apakah memperbanyak doa saja sudah cukup?

Apabila anda ingin memperbaiki keadaan ini, yaitu dapat membuka hati dan pasrah dari hati lebih baik kepada Tuhan YME serta memakai hati lebih baik dalam hidup sehari, Lokakarya Membuka Hati membuka kesempatan bagi anda. Untuk info lebih lanjut mengenai Lokakarya Membuka Hati, silakan klik di sini.

Berikut uraian sekilas mengenai Hati untuk membantu pemahaman tentang hal ini. Yang dimaksud dengan Hati disini bukanlah organ tubuh fisik kita yaitu hati (liver) atau jantung (heart), melainkan pusat perasaan halus dan kasih karena hatilah kunci hubungan antara seorang manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.

Saat berlatih dengan Hati, akan sangat membantu apabila anda menyentuh hati, atau tepatnya bagian tengah dada pada ketinggian ketiak. Anda dapat menyentuh dengan satu atau beberapa jari sekaligus tanpa perlu memberi tekanan. Sentuhan lembuh pada hati anda akan membuat hati menjadi aktif.

Mengaktifkan Hati :

Sentuhlah hati ditengah-tengah dada dengan jari-jari tangan
Pejamkan mata agar lebih santai
Santai, dan tersenyum lepaslah kehati. Janganlah memikirkan, membayangkan atau melakukan apapun yang lain
Hati akan menjadi lebih kuat dan terhubung kepada Tuhan, yang terasa sebagai “sesuatu yang mengembang ditengah dada”, ringan, tenang, enak atau berbagai rasa lainnya.
Nikmatilah perasaan ini beberapa saat dan berterima kasihlah pada Tuhan dengan penuh rasa syukur.
Santai, Senyum… dan Pasrah
Dalam melakukan hal-hal yang berkaitan dengan hati ada tiga hal penting yang harus dilakukan dengan baik, yaitu santai, senyum dan pasrah. Tanpa melakukan ketiga hal itu dengan baik maka kita tidak dapat memperoleh manfaat yang benar dari hati Anda.

Santai

Ada dua hal dari diri kita yang perlu dibuat santai, yaitu otak dan tubuh fisik. Bagaimana dapat melakukan pembukaan hati dengan baik jika fisik tegang dan otak dipenuhi berbagai pikiran. Untuk membuat fisik dan pikiran santai latihan berikut dapat membantu:

Duduklah dengan punggung lurus tanpa memaksa
Tutuplah mata dan tarik nafas dalam tanpa memaksa
Keluarkan lewat mulut dengan pelan sambil berniat mengeluarkan ketegangan diotak dan fisik
Ulangi langkah 2 dan 3 berulang kali sampai merasa santai
Nikmatilah perasaan santai ini.

Senyum

Hati tidak akan terbuka apabila sedang marah-marah atau sedang dipenuhi oleh emosi negatif. Kita harus tersenyum untuk dapat membuka hati anda lebih baik lagi. Dengan tersenyum dominasi otak akan berkurang banyak dan fisik akan lebih santai lagi. Latihan berikut akan membantu anda tersenyum lebih lepas :

Pikirkan perhitungan yang rumit beberapa menit. Misal 9786 x 75643 = ….
Rasakan ada tekanan atau hambatan didalam kepada, khususnya didahi
Tersenyumlah dengan santai dan lepas tanpa memikirkan masalah tadi beberapa lama
Rasakan semua tekanan dan hambatan akan lenyap
Apabila tekanan tidak hilang, hanya ada satu penyebabnya : senyum belum cukup santai dan lepas
Cobalah untuk mengulanginya lagi sampai dapat tersenyum dengan baik dan benar

Pasrah

Pengertian pasrah disini adalah untuk melakukan hal yang berurusan dengan hal-hal non fisik, seperti penyaluran energi, perasaan hati, menghubungkan diri pada Tuhan dsb. Otak dan Fisik tidak memiliki kemampuan mengendalikan hal tersebut. Tetapi Hati memiliki kemampuan mengendalikan hal tersebut. Untuk itu kita memasrahkan kepada hati dan membiarkan hati mengerjakan hal-hal non fisik tersebut. Sebagai contoh saat penyaluran energi Reiki Tummo, kita hanya perlu niat menyalurkan energi kemudian santai, senyum dan pasrah tanpa harus memikirkan darimana dan bagaimana energi masuk, bagaimana energi bekerja dan sebagainya.