The Real You: Wawancara dengan Irmansyah Effendi oleh Luciana Buchanan

The Real You Wawancara dengan Irmansyah Effendi

The Real You Wawancara dengan Irmansyah Effendi

The Real You: Wawancara dengan Irmansyah Effendi oleh Luciana Buchanan

Diterjemahkan dari : Artikel wawancara dari Buku “The Real You” dalam Majalah Watkins Body Mind Spirit (Edisi 35/2013).

Mengapa Anda menamakan buku Anda “The Real You”?

Pertanyaan seputar siapa kita sesungguhnya dan mengapa kita berada di dunia ini telah menjadi topik utama banyak filsuf, pencari spiritual dan teolog di sepanjang kurun waktu yang berbeda selama manusia ada.

Banyak orang mengabdikan hidup mereka untuk mencari jawaban tersebut, namun sebagian besar orang, mencari jawaban tersebut dengan menggunakan pikiran mereka, konsep-konsep dan ide-ide, sementara itu hanya dengan hati lah orang dapat ditunjukkan jawabannya.

Dalam memenuhi tujuan sejati kehidupan, hendaknya dimulai dengan menyadari siapa diri kita sesungguhnya, dan itulah sebabnya mengapa saya menamakan buku saya The Real You: Beyond Forms and Lives.

Mengapa Anda memutuskan untuk menulis buku ini sekarang?

Saya mulai berbagi mengenai bagaimana membuka hati dalam lokakarya-lokakarya pada tahun 2000, dan saya sangat bersyukur bahwa responnya sangat begitu positif. Kami sekarang telah memiliki lebih dari 50.000 alumni dari seluruh dunia termasuk Inggris, Irlandia, Jerman, Finlandia, Ameica Selatan, Australia, Selandia Baru, Jepang, Indonesia, Hong Kong, Singapura, India dan sebagainya.

Karena semakin banyak hati yang terbuka kepada Tuhan YME, saya merasa bahwa orang-orang sudah lebih siap untuk mengetahui kebenaran yang lebih dalam, dan sekarang adalah waktu yang tepat untuk memperkenalkan dan mengungkapkan banyak rahasia yang sudah ada dibalik tubuh manusia.

Adakah sesuatu yang ingin Anda bagikan mengenai buku tersebut sehingga mampu menarik pembaca majalah ini?

Saya telah mencari mengenai diri saya sendiri secara spiritual selama bertahun-tahun, dan ada ada masa-masa dalam hidup saya di mana sepertiga gaji saya hanya digunakan untuk membeli buku-buku spiritual dan sepulang bekerja, saya akan bermeditasi selama 4 – 4 ½ jam per hari.

Saya sangat berterima kasih dengan adanya banyak panduan dan buku-buku yang telah membantu membuka jalan pikiran saya, hanya ketika saat saya sadar sebagai diri sejati saya itulah yang memungkinkan untuk memahami lebih dalam, lebih jelas dan lebih seutuhnya, yang tidak ada satu bukupun dapat menjelaskannya. Bagian terdalam dari diri saya mulai mengingat siapa diri saya yang sesungguhnya, mengapa saya lahir di sini, tujuan sesungguhnya dari setiap keberadaan dan alasan mengapa Tuhan YME telah menciptakan segala sesuatu yang pernah ada.

Apa yang saya bahas dan bagikan dalam buku ini bukan teori saya semata, atau analisa dari teori-teori orang lain. Ini adalah berbagi pengalaman pribadi mengenai apa yang telah saya alami dalam kesadaran tertinggi saya, kesadaran terdalam saya sebagai diri sejati saya dan juga pengalaman dari ribuan alumni kami yang telah mencapai kesadaran sejati mereka.

Bagaimana dengan apa yang Anda bagikan berbeda dengan pendekatan lain untuk pertumbuhan spiritual?

Mengesampingkan semua konsep dan ide, pertumbuhan spiritual harus terkait langsung dengan roh (spirit = roh).

Dan hanya dengan membuka hati Anda maka Anda dapat memulai perjalanan dari pertumbuhan spiritual Anda, sebagai roh (diri sejati) yang bersemayam di dalam hati kita. Dan bertentangan dengan teori-teori konvensional yang mengandalkan usaha dan kehendak dari diri sendiri untuk mencapai sesuatu, pertumbuhan spiritual yang sejati hanya dapat diterima sebagai berkat dari Tuhan YME, Sang Pencipta.

Anda menyebutkan hati dan menempatkan apa yang anda bagikan ke dalam praktek. Dapatkah Anda jelaskan apa yang Anda maksudkan dengan hal ini?

Tentu saja, ada tiga kunci penting untuk membuka hati anda: santai, sentuh hati dan senyum.

Anda lihat, banyak dari kita saat beranjak dewasa, kita mulai lebih banyak berpikir, menumpuk lebih banyak beban, dan tanpa kita sadari, kita telah menutup hati kita lebih banyak lagi. Itulah mengapa Anda mungkin melihat bahwa anak-anak tersenyum dan tertawa lebih bebas daripada orang dewasa, karena otak mereka belum menghalangi hati mereka.

Anda bisa mencoba dengan terlebih dahulu menyantaikan tubuh dan pikiran anda… pejamkan mata Anda… sentuh bagian tengah dada bagian atas secara lembut dengan jari-jari tangan Anda, lalu senyum manis dan lepas…

Terus senyum manis dan lepas ke hati dan biarkan Berkat Tuhan membantu Anda untuk masuk ke dalam kedamaian dan ketenangan… Nikmati…

Santai, sentuh hati, dan senyum manis dan lepas adalah langkah awal untuk benar-benar mengandalkan Kasih Tuhan YME. Kunci untuk pertumbuhan spiritual adalah berpindah dari mengandalkan diri kita sendiri atau usaha kita sendiri ke mulai mengandalkan Kasih Tuhan YME yang tak terbatas.

Anda dapat membaca buku saya yang lain, dengan judul Smile to Your Heart Meditations, untuk informasi lebih lanjut dan rinci mengenai bagaimana cara untuk menguatkan hati dan perasaan indah dari hati.

Apa yang Anda katakan adalah bahwa kunci dari pertumbuhan spiritual adalah belajar bagaimana untuk mengandalkan Kasih Tuhan YME daripada mengandalkan diri kita sendiri atau usaha kita sendiri untuk melakukannya.

Itu benar. Kita semua adalah makhluk yang terbatas dengan begitu banyak kelemahan. Bagaimana bisa makhluk yang tidak sempurna mencapai sesuatu yang sempurna? Yang terbaik yang dapat dilakukan oleh makhluk yang terbatas, akan selalu terbatas. Kasih Sayang Tuhan YME adalah yang paling sempurna; Kasih Tuhan YME adalah tidak terbatas, dan Kasih Sayang Tuhan YME telah diberikan kepada setiap kita masing-masing, begitu utuh, begitu tanpa syarat. Hanya Tuhan YME dan Kasih Tuhan YME yang dapat memberikan pertumbuhan spiritual yang sejati; dan tentu saja membantu kita memenuhi tujuan akhir kita yaitu untuk kembali kepada Tuhan YME seutuhnya.

Anda memiliki banyak murid yang telah Anda bantu di seluruh dunia. Apakah ada hambatan umum yang Anda temukan dapat membatasi perkembangan pertumbuhan spiritual kita?

Setiap hambatan hanyalah sebuah sarana indah untuk lebih mengandalkan Tuhan YME dan Kasih Tuhan YME untuk kita. Terkadang orang lupa bahwa kunci yang sesungguhnya adalah hanya santai, sentuh hati, dan senyum manis dan lepas ke hati. Mereka begitu terbiasa melakukan begitu banyak hal, menempatkan begitu banyak usaha, dan beberapa orang masih percaya bahwa kebulatan tekad dan intensitas adalah dibutuhkan untuk pertumbuhan spiritual namun sebenarnya ada cara sederhana dan alamiah untuk menguatkan hati, yang merupakan kunci untuk pertumbuhan spiritual.

Apa yang telah Anda temukan yang dapat membantu orang lain menerobos keterbatasan diri guna untuk pertumbuhan spirtual?

Hati adalah Anugerah Kasih khusus dari Tuhan YME untuk setiap makhluk, dan hati adalah alat yang sempurna untuk membantu masing-masing dan setiap dari kita untuk ‘menerobos’ keterbatasan kita.

Meskipun demikian, itu bukan berarti hati sendiri yang melakukannya, sebetulnya, Kasih membantu hati kita untuk menerima semua hal yang indah dari Tuhan YME. Kasih Tuhan YME adalah sejati dan merupakan satu-satunya solusi untuk apa pun hambatan yang mungkin kita hadapi.

Apa yang Anda bagikan sangat berbeda dengan pendekatan dari kualitas kesadaran diri yang menekankan untuk menjadi pengamat sadar atau penyaksi sadar. Anda mengatakan bahwa yang mengidentifikasikan dengan “pengamat” adalah keterbatasan untuk pertumbuhan spiritual yang sejati.

Ya, dalam banyak tradisi spiritual, kesadaran dan kualitas kesadaran diri adalah didorong. Ketika kita tinggal sebagai seorang pengamat, otak kita masih bekerja, kita masih memegang kendali. Saat kita berpikir diri kita sendiri dan fokus pada apa yang kita lakukan, kita sebenarnya membatasi Kasih. Kita tidak ingin menjadi penyaksi belaka yang sedang berlangsung; kita ingin membiarkan Kasih bekerja seutuhnya dan terus menerus pada roh kita / diri sejati kita tanpa batasan apa pun sama sekali.

Anda menyebutkan bahwa perkembangan jiwa tidak sama dengan perkembangan spiritual. Dapatkah Anda bagikan apa saja yang lain mengenai hal ini dan bagaimana hal tersebut berhubungan dengan buku The Real You: Beyond Forms and Lives?

Ya, banyak orang menyamakan jiwa dengan roh dimana sebetulnya mereka adalah dua kesadaran yang sama sekali berbeda. Roh adalah diri sejati kita sedangkan jiwa adalah perantara antara roh (diri sejati) kita dan kesadaran fisik kita. Adalah bagus untuk mengembangkan jiwa kita. Meskipun demikian, jiwa itu bukan lah kesadaran tertinggi kita.

Mengembangkan jiwa tidak akan memenuhi tujuan sejati kita, karena hal-hal baik yang terjadi pada jiwa kita tidak secara otomatis terjadi pada roh kita sama baiknya. Sebagai contoh, kita mandi untuk membersikan tubuh fisik kita, itu tidak akan membuat jiwa kita bersih. Diri sejati bersemayam dalam hati kita; hati kita adalah kunci; dan hanya Kasih Tuhan YME yang dapat melakukan hal-hal baik pada hati kita dan diri sejati kita. Saya berbicara mengenai perbedaan antara dua kesadaran dalam buku The Real You: Beyond Forms and Lives. Informasi rinci mengenai jiwa ada dalam buku Soul Consciousness yang akan diterbitkan di Inggris segera.

Apa yang Anda lihat sebagai hambatan atau tantangan lain yang berkaitan dengan membuka hati spiritual kita atau menjalani hidup kita dengan hati yang terbuka?

Salah satu tantangan adalah bahwa banyak orang berpikir bahwa mereka telah menggunakan hati mereka. Ketika diundang untuk membuka hati mereka, mereka berpikir bahwa mereka tahu apakah hati itu; dan mereka juga percaya bahwa hati mereka telah terbuka. Mengetahui bahwa Anda telah menggunakan hati anda bukan berarti Anda telah menggunakan hati anda. Ingin menggunakan hati anda juga bukan berarti anda telah menggunakan hati anda. Anda harus menggunakan hati anda dengan tepat.

Tantangan lain adalah bahwa setelah mereka bersedia untuk belajar lebih lanjut mengenai hati dan membuka hati mereka, orang kadang-kadang lupa bahwa kunci sesungguhnya adalah hanya lah santai, sentuh hati, dan senyum manis dan lepas ke hati. Mereka lupa bahwa semakin sedikit melakukan adalah kunci; mereka masih percaya bahwa kebulatan tekad dan intensitas adalah dibutuhkan untuk pertumbuhan spiritual padahal sebenarnya mereka menghalangi Kasih melalui keandalan mereka pada diri mereka sendiri.

Jadi apa yang Anda katakan adalah bahwa sebuah hambatan besar adalah berpikir bahwa ‘kita telah tahu’ atau ‘kita hanya dapat tumbuh secara spiritual dengan usaha dan kebulatan tekad kita’.

Ya. Sehubungan dengan ‘usaha’, Membuka Hati secara spiritual adalah sangat sederhana dan tanpa usaha, tapi itu sangat dalam, justru karena kita melangkah mundur dan istirahat dari usaha kita sendiri dan kebulatan tekad dan mulai untuk mengandalkan Kasih Tak Terbatas dari Tuhan YME yang membantu kita dibalik apa pun keterbatasan kita.

Apa manfaat menjalani hidup dengan hati yang terbuka?

Hati kita adalah kunci hubungan kita kepada Tuhan YME dan jalur spiritual yang menghubungkan roh (diri sejati) kita, jiwa dan otak. Ketika Anda membuka hati anda kepada Tuhan YME, Anda akan dapat menerima semua berkat yang paling indah dan mengagumkan dari Tuhan YME untuk setiap aspek hidup anda, termasuk perasaan lebih tenang, berkurang pkiran negatif, lebih bahagia, dan meningkatkan kesehatan fisik, mental, dan emosi anda. Hubungan anda dengan sesama juga akan bertambah baik. Banyak alumni kami juga berbagi bahwa mereka lebih kreatif dan produktid di sekolah dan di tempat kerja.

Anda menyebutkan bahwa kita hidup dalam waktu yang khusus. Mengapa begitu?

Ini adalah waktu untuk membuka hati kita kepada Tuhan YME. Ini adalah waktu untuk memiliki hubungan Kasih langsung dengan Tuhan YME. Selama ini, begitu banyak buku dan makhluk berbicara mengenai hati, tetapi beberapa hal masih ada yang hilang saat itu. Sekarang, sudah ada penjelasan rinci mengenai bagaimana cara membuka dan menggunakan hati kita dan hati nurani kita, dan itu bukan hanya teori. Begitu banyak orang telah mengalami membuka hati mereka kepada Tuhan YME, memperbaiki hubungan mereka dengan Tuhan YME secara nyata. Sudah tersedia untuk kita sekarang.

Apakah Anda memiliki pemikiran akhir yang mungkin bermanfaat secara spiritual bagi pembaca majalah ini?

Begitu banyak orang mengakui bahwa memiliki hubungan dengan seseorang yang penting, baik itu tokoh politik, tokoh spiritual, seorang yang kaya, seorang selebriti, dan seterusnya adalah penting. Sekarang adalah kesempatan indah untuk terhubung langsung kepada Sumber Kasih dan Cahaya Sejati, Sumber diri kita dan diri sejati setiap makhluk, dan hanya tujuan akhir kita. Apakah yang sungguh-sungguh berarti bagi Anda dan hati anda?

Mengenal Penulis

Sejak tahun 1998, Irmansyah (“Irman”) Effendi telah mengajar lokakarya-lokakarya untuk membantu sesama menggunakan hati dan hati nurani mereka dan juga mencapai kesadaran jiwa mereka dan kesadaran roh / kesadaran diri sejati mereka dengan mengandalkan dan pasrah kepada Tuhan YME. 14 bukunya (empat buku telah diterjemahkan dalam bahasa Inggris), bersama dengan lokakarya-lokakarya, klinik-klinik penyembuhan, pelatihan yang tak mencari keuntungan, program pelatihan bisnis adalah dikhususkan untuk membantu sesama menggunakan hati mereka. Lokakarya-lokakaya diadakan secara rutin di Eropa, Asia, Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, Kanada, dan Amerika Selatan.

Bacaan Selanjutnya

THE REAL YOU: Beyond Forms and Lives oleh Irmansyah Effendi, diterbitkan oleh Balboa Press, paperback (112 halaman). Juga tersedia: Smile to Your Heart Meditations: Simple Practices for Peace, Health and Spiritual Growth (Amorata Press, 151 halaman).

* Buku THE REAL YOU adalah terjemahan dari Buku Diri Sejati yang telah diterbitkan oleh Gramedia.
* Buku Smile to Your Heart Meditations adalah terjemahan dari Buku Hati yang telah diterbitkan oleh Gramedia.
* Buku Soul Consciousness adalah terjemahan dari Buku Kesadaran Jiwa yang telah diterbitkan oleh Gramedia.

sumber tulisan:
http://www.watkinsmagazine.com/the-real-you-an-interview-with-irmansyah-effendi